Lirik Lagu Eiyuu Unmei no Uta – EGOIST | Anime Fate/Apocrypha Opening Song

(Place To See Any Songs Lyrics) (Tempat Untuk Melihat Lirik Lagu)

EGOIST – Eiyuu Unmei no Uta

Opening 01, Anime Fate/Apocrypha

ROMAJI:

Sore wa oroka naru na da ga toki wa motomu
Fukutsu no eiyuu sono monogatari wo

Chiisaku kanadeta ai wa hazama wo samayou
Todokanai unmei ga azawarau
Hedateru sekai wo koete ano uta ni oitai
Mi wo kogasu sono ai ga wakatsu made

Hito wa sakenda seigi wo sono hata wo takaku kakage
Kako no orime ni tate

Yami wo harai susume kono mi ushinau tomo
Osore yo hirefuse watashi ga hasha to naru
Sei araba susume ganzen no shouri wo
Akatsuki tabidate yoake wa mousugu

Hagukumi ataeru ai no hana wa sakki shitta
Nokosareta toki wa mou wazuka to
Kanashii sekai ni negai wo hitotsu inoru
“Aishiteru” “sayonara” no serenaade

Hito wa eranda, kyousou wo tsugihagi demo takaku kakage
Tashou no orime ni tate

Yami wo harai susume ooku wo ushinau tomo
Jiyuu wa kono te ni jidai no hasha to naru
Tettsui wo kudase samatageru mono yo
Kono sora moyashite nido to kaeshi wa shinai

Narihibiku fue wasurena no hana yo
Konna ni mo utsukushiku sakihokoru
To give up who you are
I’ll live without your face, your smile
Regret it more than dying
And dying so young

Hito wa kataru darou, shinnen wo sono hate mo takaku kakage
Mizukara furuitate

Yami wo harai susume rei wo tsukiru to mo
Dare yori kedakaku kono na wa kegasenai
Sei araba susume ganzen no shouri wo
Akatsuki tabidate yoake wa mou sugu

Eiyuu ni uta wo ooku ushinau tomo
Jiyuu wo kono te ni jidai no hasha to naru
Zanka kareochite monogatari to nari
Akatsuki tabidatsu anata to tomo ni naru

INDONESIA:

Sungguh nama yang bodoh, namun waktu terus mencari
Cerita dari pahlawan yang abadi itu

Cinta yang dinyanyikan dengan lembut mengarungi ruang kecil
Takdir yang tak dapat diraih pun menertawakannya
Aku ingin mengikuti lagu yang melampaui dunia terisolasi itu
Hingga cinta yang terbakar itu menjadi terbagi

Manusia meneriakkan keadilan, mengangkat bendera itu dengan tinggi
Berdiri di antara lipatan masa lalu

Aku akan menghapus kegelapan meski pun kehilangan tubuh ini
Takut dan tunduklah kepadaku karena aku akan menjadi juara
Selama hidup aku akan terus maju menuju kemenangan di depan
Berpetualang di saat fajar, mentari terbit sebentar lagi

Sebelumnya aku mengetahui bunga cinta yang dipelihara itu
Namun waktu yang tersisa tinggal sedikit lagi
Aku mengucapkan satu harapan di dunia yang menyedihkan ini
Serenade “aku mencintaimu” dan “selamat tinggal”

Manusia memilih persaingan, mengangkat bendera berjahit dengan tinggi
Berdiri di antara lipatan kehidupan

Aku akan menghapus kegelapan meski pun kehilangan banyak hal
Kebebasan adalah menjadi juara di generasi ini dengan tanganku
Menghempaskan palu kepada mereka yang mengganggu
Membakar langit ini dan takkan pernah kembali lagi

Tiupkanlah peluit, wahai bunga tanpa nama
Bunga yang mekar dengan indahnya seperti ini
Untuk menyerahkan siapa dirimu
Aku akan hidup tanpa namamu dan senyumanmu
Menyesalinya lebih daripada mati
Dan mati sangat muda

Manusia akan mengucapkan kepercayaannya, mengangkat bendera itu dengan tinggi
Berdiri dengan penuh semangat

Aku akan menghapus kegelapan meski pun kehilangan jiwa ini
Lebih mulia dari siapa pun tanpa mengotori nama ini
Selama hidup aku akan terus maju menuju kemenangan di depan
Berpetualang di saat fajar, mentari terbit sebentar lagi

Memainkan lagu untuk pahlawan, meski pun kehilangan banyak hal
Menjadi juara di generasi ini dengan kebebasan di tanganku
Bunga tersisa yang layu dan juga menjadi cerita
Berpetualang di saat fajar dan bersama dengan dirimu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.